Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perkembangan Teknologi Fast Charging Saat Ini

Teknologi Fast Charging atau disebut juga Quick Charge merupakan teknologi yang membuat pengisian baterai perangkat semakin cepat. Pada awalnya, USB dapat memberikan daya hingga 500mA pada tegangan 5V, yang bekerja dengan baik untuk ponsel pada generasi awal. Saat ini chipset menjadi lebih cepat dan ukuran layar semakin besar, ukuran kapasitas baterai juga meningkat. Teknologi pengisian daya juga tentu mengikuti perkembangan ini.

Teknologi pengisian daya terbagi menjadi beberapa standar dan beberapa digunakan oleh produsen tertentu. Perbedaan mungkin ada pada penyebutan nama, tapi sebenarnya cara kerjanya hampir sama, yaitu mempercepat pengisian daya. Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari pengisian cepat ini, semua bagian harus mendukung teknologi ini mulai dari smartphone atau perangkat lain yang support fast charging, adapter, hingga kabel khusus.

Berikut beberapa standar teknologi pengisian daya yang umum beredar di pasaran:

Port USB

Seperti yang kita ketahui, standar USB pada masa awal kemunculannya memiliki kekuatan untuk daya hingga 2,5W. Saat ini sudah naik menjadi 4,5W dengan teknologi USB 3.0. Ini adalah daya maksimal resmi dari port USB biasa, meskipun jelas pengisi daya umumnya telah melewati batas ini.

Perkembangan Teknologi Fast Charging Saat Ini
Perkembangan Teknologi Fast Charging Saat Ini

Saat ini, pengisi daya USB standar menghasilkan tegangan 5V pada daya 2A. Ini berkisar 10W atau sedikit lebih tinggi daripada kabel microUSB.

Kabel USB-C dapat mengalirkan lebih banyak daya, hingga 5V pada 3A = 15W.

USB Power Delivery

Pada 2012 diumumkan adanya lima jenis standar daya. Standar ini berkisar dari 10W hingga 100W, meskipun ponsel tampaknya telah memilih 12V pada mode 1,5A = 18W.

Update USB Power Delivery 2.0 pada tahun 2016 mencapai maksimum 100W, tetapi memberikan kontrol yang lebih baik pada arus. Kabel USB standar ini menggunakan hingga empat pasangan kabel daya/arde untuk mengalirkan daya sebesar itu.

Update selanjutnya USB Power Delivery 3.0 tahun 2017, memungkinkan pengaturan tegangan yang baik pada 20mV.
Perkembangan Teknologi Fast Charging Saat Ini
Perkembangan Teknologi Fast Charging Fast Charger

Baterai lithium biasa bekerja pada kisaran 3,8V sehingga mengalirkan tegangan yang lebih tinggi ke smartphone memerlukan perangkat keras di dalam perangkat untuk mengecilkan tegangan. Hal ini menimbulkan banyak panas yang membuatnya sedikit tidak efisien.

Inilah sebabnya mengapa standar USB ini tetap memakai voltase rendah. Pada tingkat daya tinggi, masalah yang lain muncul, salah satunya kabel tipis di dalam kabel USB tidak dapat membawa banyak daya. Kabel USB-C memiliki empat kabel daya/arde, tetapi meskipun demikian tetap saja ada satu titik di mana satu-satunya cara untuk meningkatkan daya memerlukan peningkatan voltase.

Qualcomm Quick Charge

Perkembangan Teknologi Fast Charging Saat Ini
Perkembangan Teknologi Fast Charging Qualcom Quick Charge
USB-IF (USB Implementers Forum) harus turun tangan ketika beberapa standar kepemilikan muncul. Qualcomm memperkenalkan Quick Charge di dalam Snapdragon 600 pada tahun 2013 dan masih sangat sederhana dengan tegangan maksimal pada 5V pada 2A = 10W.

Quick Charge 2.0 dirilis pada tahun 2015 dengan peningkatan tegangan naik ke 9V pada 2A = 18W, meskipun mode yang paling umum didukung adalah 15W. Motorola menggunakan teknologi ini dengan nama pasar Turbopower. Adaptive Fast Charge pada smartphone Samsung juga bekerja menganut teknologi Quick Charge 2.0, begitu juga teknologi BoostMaster milik Asus.

Seperti pada USB Power Delivery 2.0, Quick Charge awalnya menetapkan beberapa tingkat voltase/arus. Hal ini berubah pada versi Quick Charge 3.0 tahun 2016, yang memungkinkan ponsel untuk mengontrol tegangan dalam peningkatan 200mV, bisa berubah dari 3.6V ke 20V.

Quick Charge 4.0 yang dirilis pada tahun 2017 merupakan standar Quick Charge 3.0 yang dikombinasikan dengan USB Power Delivery yang dapat mencapai 27W, lebih baik dari Quick Charge maksimum 18W.

Quick Charge 4.0+ merupakan pengembangan baru. Standar ini didasarkan pada standar USB Power Delivery 3.0 dan dapat mengalirkan hingga 27W dengan beralih dari 3V ke 11V pada 20mV dan dari 0A ke 3A pada 50mA.

Oppo VOOC

Perkembangan Teknologi Fast Charging Saat Ini
Perkembangan Teknologi Fast Charging Oppo VOOC
Standar VOOC memulai debutnya pada tahun 2014 pada smartphone Oppo Find 7. Menggunakan pengisi daya dan kabel khusus untuk menghasilkan arus 4A yang jauh lebih tinggi daripada standar yang sebelumnya. Oppo VOOC bekerja pada tegangan 5V.

OnePlus melisensikan teknologi ini dan menggunakannya di bawah merek Dash Charge.

Smartphone Oppo Find X Lamborghini merupakan smartphone pertama yang menggunakan Super VOOC. Super VOOC berbeda dengan versi sebelumnya yang menaikkan arus ke 5A dan tegangan 10V untuk daya 50W. Ini menjadi standar pengisian tercepat dari para pesaingnya.

OnePlus melakukan pengembangan dengan Warp Charge 30 dan OnePlus 6T McLaren dimana memiliki kemampuan mengalirkan arus yang lebih tinggi yaitu sebesar 6A dengan tetap menjaga voltase tetap rendah seebsar 5V dengan total 30W.

Huawei SuperCharge

Perkembangan Teknologi Fast Charging Saat Ini
Perkembangan Teknologi Fast Charging Huawei SuperCharge
Huawei Mate 10 diluncurkan pada 2017 dengan teknologi pengisian daya bernama SuperCharge. Teknologi ini memberikan tegangan 5V pada 4,5A = 22,5W. Meskipun tinggi tetapi diklaim tetap aman digunakan.

Pada smartphone yang lebih baru versi Huawei Mate 20 Pro mengalami update, yang secara kebetulan juga disebut SuperCharge. Supercharge versi ini menggandakan tegangan ke 10V dan menurunkan arus ke 4A sehingga menghasilkan daya 40W.

MediaTek Pump Express

Perkembangan Teknologi Fast Charging Saat Ini
Perkembangan Teknologi Fast Charging Mediatek Pump Express
Pump Express+ mirip dengan Quick Charge 2.0 dalam kemampuan dan implementasinya. Pada tahun 2015 versi 2.0 memperkenalkan kemampuan untuk mengubah tegangan 5V ke 20V dengan peningkatan 0,5V.

Kemudian muncul Pump Express+ 3.0 pada 2016 dan versi 4.0 pada 2017, yang didasarkan pada USB Power Delivery. Pump Express+ 4.0 mengimplementasikan Power Delivery 3.0, sama dengan Quick Charge 4.0+.
Ari
Ari blogger, IT technician

Posting Komentar untuk "Perkembangan Teknologi Fast Charging Saat Ini"