Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jaringan Komputer Hybrid

Jaringan Komputer Hybrid
Jaringan kabel untuk bekerja, wireless untuk bermain. Beberapa tahun yang lalu, itu adalah kesan konvensional pada jaringan kabel dibandingkan wireless. Wi-Fi adalah koneksi yang mudah untuk memeriksa e-mail di berbagai tempat umum, tapi tidak cukup cepat atau aman untuk konfigurasi di kantor atau rumah. Untuk kecepatan dan keamanan, koneksi kabel Ethernet adalah satu-satunya cara yang tepat.

Banyak hal yang berubah, saat ini orang menganggap Ethernet dan Wi-Fi sebagai komponen penting dari jaringan area lokal yang sama (LAN). Kabel untuk menghubungkan server dan komputer desktop, namun Wi-Fi sangat ideal untuk memperluas jaringan ke tempat lainnya yang tidak terjangkau kabel seperti ruang konferensi, ruang makan, atau bahkan kamar mandi.

Lebih dari 50% mahasiswa memiliki laptop dan mereka berharap dapat mengakses internet dan jaringan di perguruan tinggi menggunakan laptop mereka, dimanapun mereka berada. Itulah peran jaringan hybrid.

Sebuah jaringan hybrid mengacu pada setiap jaringan komputer yang memiliki dua standar komunikasi atau lebih yang berbeda. Pada contoh di atas, jaringan hybrid menggunakan Ethernet (802.3) dan standar Wi-Fi (802.11 a/b/g/n). Sebuah jaringan hybrid mengandalkan router khusus, hub dan switch untuk menghubungkan antara jaringan kabel dan wireless dan perangkat jaringan lain seperti file server.

Bagaimana kita bisa membuat jaringan hybrid? Bagaimana tingkat kesulitan untuk mengkonfigurasi jaringan hybrid?

Dasar-Dasar Jaringan Hybrid
Dalam sebuah jaringan komputer kabel, semua perangkat harus terhubung dengan kabel secara fisik. Sebuah konfigurasi dengan menggunakan titik akses pusat. Dalam istilah jaringan disebut dengan topologi star, di mana informasi harus melakukan perjalanan melalui pusat untuk mencapai titik lain.

Titik akses sentral dalam jaringan kabel bisa berupa router, hub atau switch. Fungsi jalur akses adalah untuk berbagi koneksi jaringan antara beberapa perangkat. Semua perangkat yang terhubung ke titik akses menggunakan Ethernet card dan kabel UTP/STP (umumnya CAT 5). Jika perangkat ingin berbagi koneksi internet, maka jalur akses perlu disambungkan ke modem internet broadband, baik melalui kabel atau DSL.

Dalam sebuah jaringan wireless standar, semua perangkat jaringan berkomunikasi dengan titik akses wireless pusat. Perangkat ini harus mendukung modem wireless atau card yang support dengan salah satu standar Wi-Fi, baik 802.11 a, b, g atau n, atau mendukung semuanya. Dalam konfigurasi ini, semua perangkat wireless dapat berbagi file satu sama lain melalui jaringan. Jika mereka ingin berbagi koneksi internet, maka titik akses wireless perlu disambungkan ke modem broadband.

Sebuah jaringan hybrid standar menggunakan jalur yang disebut jalur akses hybrid, perangkat jaringan yang terdiri dari bagian wireless dan berisi port akses kabel. Yang paling umum untuk jalur akses hybrid adalah router hybrid. Router ini menyebarkan sinyal Wi-Fi dan berisi empat port Ethernet untuk menghubungkan perangkat kabel. Router hybrid juga memiliki port untuk terhubung ke kabel atau modem DSL melalui kabel Ethernet.

Jaringan Komputer Hybrid

Ada beberapa konfigurasi jaringan yang berbeda untuk jaringan hybrid. Konfigurasi paling dasar adalah semua perangkat kabel dicolokkan ke port Ethernet dari router hybrid. Kemudian perangkat wireless berkomunikasi dengan perangkat kabel melalui router ini.

Tapi mungkin Anda ingin jaringan yang terdiri lebih dari empat perangkat kabel. Dalam hal ini, Anda bisa menghubungkan beberapa router bersama-sama, baik kabel dan wireless, dalam formasi rantai. Anda perlu router kabel untuk menangani semua perangkat kabel (jumlah perangkat dibagi empat) dan router wireless di lokasi fisik yang tepat untuk menyiarkan sinyal Wi-Fi untuk setiap sudut jaringan. Atau solusi lain adalah menambahkan perangkat HUB atau Switch jika ada banyak perangkat kabel di satu tempat.

Komputer bukan satu-satunya perangkat yang dapat dihubungkan melalui jaringan hybrid. Anda dapat membeli perangkat periferal yang mendukung baik kabel dan wireless seperti printer, web cam dan mesin faks. Seorang pekerja kantor dengan laptop, misalnya, dapat mencetak dokumen tanpa mencolokkan langsung ke printer. Dia bisa mengirim dokumen melalui jaringan hybrid ke printer yang terhubung ke jaringan

Jaringan Kabel vs Wireless
Keuntungan utama dari jaringan kabel adalah kecepatan. Disebut "Fast Ethernet" karena teknologi kabel dapat mengirimkan data hingga kecepatan 100Mbps, bahkan sudah ada ethernet dengan kecepatan 1000Mbps. Sedangkan sebagian besar jaringan Wi-Fi maksimal pada kecepatan 54Mpbs. Jadi jika Anda ingin membuat game LAN atau berbagi file besar di kanor atau rumah, lebih baik gunakan koneksi kabel untuk mendapatkan kecepatan optimal. Tapi bagaimanapun teknologi Wi-Fi standar 802.11n diklaim dapat mencapai kecepatan 150 sampai 300 Mbps.

Keuntungan utama dari jaringan wireless adalah mobilitas dan fleksibilitas. Anda dapat berada di mana saja dan mengakses internet dan file di LAN selama terjangkau oleh sinyal. Anda juga dapat menggunakan pilihan perangkat yang lebih luas untuk mengakses jaringan, seperti smartphone, tablet atau PDA.

Keuntungan lain dari jaringan wireless lainnya adalah relatif lebih murah dan mudah disiapkan, terutama di kantor atau kampus dengan lingkungan yang besar. Kabel Ethernet dan router memang cukup mahal, belum lagi pengeboran melalui dinding dan atap sebagai jalur kabel melalui langit-langit. Beberapa tempat lebih baik menggunakan wireless, beberapa yang lain lebih baik menggunakan kabel.

Selain itu, baik jaringan kabel dan wireless sama-sama mudah (atau malah sulit) untuk diatur, tergantung pada ukuran dan kompleksitas jaringan. Untuk kantor atau rumah dengan jaringan kecil, sistem operasi standar dapat memandu Anda melalui proses step by step konfigurasi jaringan. Instalasi dan mengelola kantor besar atau jaringan organisasi bisa menjadi sulit baik menggunakan kabel atau nirkabel.

Dari sisi keamanan, jaringan kabel umumnya dianggap lebih aman, karena seseorang harus secara fisik terhubung ke jaringan Anda. Dengan wireless, selalu ada kemungkinan bahwa seseorang bisa menggunakan software tertentu untuk memata-matai informasi yang melalui jaringan wireless Anda. Tapi dengan standar enkripsi nirkabel baru seperti WEP (Wired Equivalent Privacy) dan WPA/WPA2 (Wi-Fi Protected Access) yang dimiliki kebanyakan router Wi-Fi, jaringan wireless memiliki tingkat keamanan yang hampir sama dengan jaringan kabel.

Sebuah jaringan hybrid tampaknya akan menawarkan solusi terbaik dari kedua konfigurasi dalam hal kecepatan, mobilitas, keterjangkauan dan keamanan. Jika pengguna perlu kecepatan internet dan file-sharing maksimum, maka ia dapat menghubungkan perangkat ke jaringan dengan kabel Ethernet. Jika ia perlu menggunakan perangkat ke tempat yang tidak terjangkau kabel, ia bisa mengakses jaringan wireless. Dengan perencanaan yang tepat, sebuah organisasi dapat menghemat uang dengan memaksimalkan jangkauan jaringan wireless. Dan dengan enkripsi dan manajemen password yang tepat, jaringan wireless bisa sama amannya dengan jaringan kabel.
Ari
Ari blogger, IT technician

Posting Komentar untuk "Jaringan Komputer Hybrid"