Sabtu, 25 April 2015

Menghindari Serangan Virus Telepon Seluler

Menghindari Serangan Virus Telepon Seluler
Virus ponsel pertama kali diketahui muncul pada tahun 2004 dan tidak menimbulkan efek yang parah. Virus dengan nama Cabir.A hanya menginfeksi sejumlah kecil ponsel dengan Bluetooth aktif dan tidak melakukan tindakan berbahaya, sekelompok pengembang malware menciptakan Cabir untuk membuktikan bahwa hal itu bisa dilakukan. Langkah mereka berikutnya adalah untuk mengirimkannya ke para peneliti anti-virus, yang memulai proses pengembangan solusi untuk masalah yang pasti bisa jauh lebih buruk di masa mendatang.

Saat ini, virus seluler tidak dapat menyebar sangat jauh dan mereka tidak melakukan banyak kerusakan, tetapi di masa depan mungkin bug ponsel dapat berkontibusi memberikan kerusakan yang lebih fatal sama halnya dengan virus komputer.

Asal-Usul Virus Ponsel
Sebuah virus telepon seluler pada dasarnya adalah sama seperti virus komputer, yaitu file eksekusi yang "menginfeksi" perangkat dan kemudian menyalin dirinya ke perangkat lain. Namun, virus komputer atau worm menyebar melalui lampiran e-mail dan download di internet, sedangkan virus atau worm ponsel menyebar melalui download internet, kiriman MMS (multimedia messaging service) dan transfer file melalui Bluetooth. Jenis yang paling umum dari infeksi telepon seluler saat ini terjadi ketika ponsel men-download file yang terinfeksi dari PC atau internet. Tapi saat ini penyebaran virus dari ponsel ke ponsel juga semakin meningkat.

Virus yang menyebar antar ponsel dulu hampir secara khusus hanya menginfeksi ponsel yang menjalankan sistem operasi Symbian. Banyaknya sistem operasi proprietary (khusus, setiap merek ponsel memiliki sistem operasinya sendiri) di dunia ponsel adalah salah satu kendala terhadap penyebaran massal. Pembuat virus ponsel tidak menargetkan Windows, sehingga virus apapun hanya akan mempengaruhi sebagian kecil penggunaan ponsel.

File yang terinfeksi biasanya muncul dan menyamar sebagai aplikasi seperti game, software keamanan, add-on dan tentu saja pornografi dan hal-hal yang berbau gratis. Pesan teks yang terinfeksi kadang-kadang mencuri bagian subjek dari pesan yang Anda terima dari kontak, yang tentu saja Anda akan membukanya, tapi dengan membuka pesan saja tidak cukup untuk menginfeksi. Anda harus membuka lampiran pesan dan setuju untuk menginstal program, yang merupakan kendala lain dari infeksi massal. Hambatan instalasi dan metode penyebaran membatasi jumlah kerusakan yang dapat dilakukan virus ponsel di generasi sekarang.

Menghindari Serangan Virus Telepon Seluler

Proses Penyebaran Virus Ponsel
Ponsel yang hanya dapat membuat panggilan tidak berisiko. Hanya smartphone dengan koneksi Bluetooth dan data yang dapat menerima virus ponsel. Virus ini menyebar terutama dalam tiga cara:
  • Download Internet. Virus menyebar dengan cara yang sama seperti virus komputer tradisional. Pengguna mendownload file yang terinfeksi ke telepon dengan cara melalui PC atau koneksi internet telepon itu sendiri. Dalam hal ini mungkin termasuk file sharing, aplikasi yang tersedia dari pengaya di situs (seperti nada dering atau permainan) dan software keamanan palsu.
  • Koneksi Bluetooth. Virus menyebar antar ponsel dengan cara koneksi Bluetooth. Pengguna menerima virus melalui Bluetooth saat ponsel dalam mode yang dapat terdeteksi dan dilihat oleh ponsel Bluetooth lainnya. Dalam hal ini, virus menyebar seperti penyakit melalui udara.
  • Multimedia Messaging Service (MMS). Virus ini berupa lampiran pesan teks MMS. Sama seperti virus komputer yang menyamar sebagai lampiran e-mail, pengguna harus memilih untuk membuka lampiran dan kemudian menginstalnya agar virus dapat menginfeksi ponsel. Biasanya, virus yang menyebar melalui MMS masuk ke daftar kontak telepon dan mengirimkan dirinya ke setiap nomor telepon yang disimpan di sana.
Dari semua cara penyebaran di atas, pengguna harus menyetujui setidaknya sekali (bisa sampai dua kali) untuk menjalankan file yang terinfeksi. Virus ini biasanya menyamar sebagai segala sesuatu yang menarik seperti permainan atau aplikasi lainnya.

Kerusakan yang Dihasilkan Virus Ponsel
Yang pertama dikenal sebagai virus ponsel, Cabir, sepenuhnya tidak berbahaya, hanya tersimpan di telepon dan mencoba untuk menyebarkan dirinya.
Sebuah virus dapat mengakses dan menghapus semua informasi dan entri kontak dalam telepon Anda. Mungkin mengirim pesan MMS yang terinfeksi ke semua nomor dalam buku telepon Anda, dan Anda akan dibebani biaya pesan MMS ke semua kontak Anda. Pada skenario terburuk mungkin dapat menghapus atau mengunci aplikasi telepon tertentu sehingga ponsel menjadi benar-benar tidak dapat digunakan.

Melindungi Ponsel dari Virus
Cara terbaik untuk melindungi diri dari virus adalah dengan cara yang sama seperti pada virus komputer: Jangan pernah membuka sesuatu jika Anda tidak tahu apa itu. Bahkan orang yang paling hati-hati masih bisa berakhir dengan sebuah ponsel yang terinfeksi. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi resiko tertular virus:

Matikan Bluetooth saat tidak digunakan. Matikan atau atur model "tersembunyi" sehingga perangkat lain tidak dapat mendeteksi dan mengirimkan virus.
Pastikan software ponsel selalu update. Perusahaan-perusahaan ponsel terkemuka umumnya akan memberikan update secara berkala yang berisi peningkatan software ponsel Anda, yang juga mencakup keamanan.
Install software security pada ponsel Anda. Banyak perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak keamanan untuk ponsel, beberapa dapat di-download gratis, ada juga yang mengharuskan kita membelinya. Perangkat lunak ini hanya dapat mendeteksi dan kemudian menghapus virus setelah diterima dan diinstal, atau mungkin melindungi ponsel Anda dari serangan virus tertentu.

Meskipun beberapa pengembang industri ponsel menganggap masalah ini berlebihan, kebanyakan ahli sepakat bahwa virus ponsel berada di ambang tingkat merusak. Apalagi saat ini sistem operasi mobile sudah berkembang dengan cepat, dengan fasilitas dan kemampuan yang dapat menyamai atau bahkan melebihi komputer. Tidak ada salahnya kita tetap waspada dan berhati-hati dalam menggunakan ponsel kita.

Silahkan memberikan komentar, saran atau pertanyaan mengenai teknologi informasi dan komunikasi. Komentar Anda akan melalui proses moderasi oleh Admin.
EmoticonEmoticon