Pengertian GNU/Linux

Pengertian GNU/Linux
Sebagian besar pengguna komputer pasti lebih familiar dengan nama dua sistem operasi desktop dan laptop, yaitub Microsoft Windows dan MacOS Apple. Beberapa orang yang lebih advanced tentu sudah tahu alternatif open-source lain yang ada di bawah naungan GNU/Linux, meskipun mereka mungkin tidak menyadarinya karena Google Chrome OS yang mulai banyak digunakan ternyata juga menggunakan kernel Linux.

Sistem GNU/Linux biasanya kurang sesuai untuk orang awam yang tidak suka berkecimpung dengan antarmuka yang dapat disesuaikan dengan berbagai kontrol. Namun, untuk urusan kecepatan dan tidak ingin mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli software, beralih ke GNU/Linux mungkin menjadi solusi.

UNIX, Linux, dan GNU

Sebelum membahas GNU/Linux, penting untuk memahami bagaimana istilah ini muncul dan beberapa istilah yang mungkin saling berhubungan saat kita menggunakannya, yaitu UNIX, Linux, dan GNU.

UNIX adalah sistem operasi berbasis baris perintah yang awalnya dikembangkan oleh Dennis Ritchie dan Ken Thompson bersama tim di AT&T's Bell Labs pada akhir tahun 1960-an dan awal 1970-an. UNIX ditulis hampir seluruhnya dalam bahasa pemrograman C dan pada awalnya dimaksudkan untuk digunakan sebagai OS yang portabel dan nyaman untuk para programmer dan peneliti. Seiring berjalannya waktu, sistem operasi UNIX dan turunannya mulai populer.

Selama periode ini, Richard Stallman meluncurkan Proyek GNU dengan tujuan menciptakan software sistem operasi bebas. Mungkin sedikit membingungkan karena GNU adalah singkatan dari "GNU's Not UNIX". Proyek ini bertanggung jawab untuk OS GNU yang mirip UNIX.

Pengembangan komponen tingkat rendah yang sangat penting yang disebut kernel atau GNU Hurd tidak sepenuhnya terwujud. Di sinilah Linux, kernel yang dikembangkan oleh Linus Torvalds dan timnya muncul. Linux adalah kernel yaitu program dalam sistem yang mengalokasikan sumber daya mesin ke program lain yang pengguna jalankan. Kernel adalah bagian penting dari sistem operasi, tetapi tidak berguna dengan sendirinya karena hanya dapat berfungsi dalam konteks lengkap sistem operasi.

Sistem operasi mirip UNIX lain juga mulai bermunculan, seperti FreeBSD dan OS Qubes, yang bekerja dengan kernel dan perangkat lunaknya sendiri.

Pengertian Distro

Sistem operasi modern yang kita gunakan setiap hari, seperti Windows dan macOS, dibuat dari banyak komponen yang berbeda dan sangat teknis, termasuk kernel yang membantu perangkat lunak berkomunikasi dengan perangkat keras dan lingkungan desktop atau antarmuka pengguna yang kita lihat di layar.

Contoh teknis misalnya, bagaimana mekanisme saat kita menggerakkan mouse dan diterjemahkan ke kursor yang bergerak melintasi layar, atau bagaimana suatu file disimpan pada hardisk. Tampaknya tugas-tugas sederhana ini sebenarnya sangat kompleks ketika kita memahami semua komponen dalam sistem dan seberapa cepat komputer modern dapat melakukan tugas ini. Windows dan macOS dirancang untuk beroperasi dengan sesedikit mungkin masalah ini, karena pengguna tidak perlu memahami cara kerja di balik layar. Dengan kata lain, semua yang ada di bawah antarmuka pengguna grafis (GUI: graphic user interface) secara fungsional tidak relevan dengan kebanyakan kasus penggunaan.

Sebuah distro (kependekan dari distribusi) bisa dianggap sebagai paket yang terbungkus rapi dari komponen perangkat lunak inti yang membentuk sistem operasi GNU/Linux. Ada banyak distro seperti Ubuntu, Mint, PCLinuxOS, atau Puppy biasa dianggap setara dengan fungsionalitas Windows dan macOS.

Distribusi GNU/Linux pada umumnya meliputi kernel Linux, tool dan library GNU, sistem windowing untuk menampilkan windows di layar dan berinteraksi dengan perangkat input, desktop environment dan bagian tambahan lainnya. Beberapa jenis desktop environment yang paling umum adalah GNOME GNU, Plasma, MATE, dan XFCE dari KDE. Ciri khas distro yang berbeda tergantung desktop environment yang berbeda pula, ada yang lebih mewah atau lebih sederhana.

Pengertian GNU/Linux
Tampilan desktop Windows 10
Biasanya distro dikemas dalam sebuah file ISO (secara teknis, image yang dikompresi dari CD-ROM atau DVD instalasi), yang dapat diunduh dan diinstal oleh pengguna di komputer mereka. Misalnya, Canonical adalah perusahaan yang mengelola rilis distro populer Ubuntu, Microsoft dan Apple berfungsi dalam peran yang sama ketika merilis versi baru Windows atau macOS.

Beberapa Contoh Distro Desktop Populer

Ada banyak distro GNU/Linux yang berbeda. Ada yang dirancang untuk penggunaan umum, ada yang untuk privasi, dan ada juga untuk programmer atau untuk kinerja cepat pada perangkat keras minimalis. Beberapa melayani tujuan yang lebih sempit, seperti Raspbian Raspberry Pi dan LibreELEC.

Pengertian GNU/Linux
Tampilan salah satu distro Linux Mint yang mirip dengan Windows
Berikut ini nama-nama beberapa distro desktop populer yang bisa Anda coba:

  • Arch Linux adalah distro independen yang ringan dengan antarmuka baris perintah default. Distro ini memiliki komunitas dukungan yang sangat baik dan Wiki terkait.
  • Debian adalah salah satu distro tertua dan banyak distro lain yang berbasis distro ini.
  • Elementary OS adalah distro berbasis Ubuntu. Lingkungan desktopnya, yang disebut Pantheon dirancang sedemikian rupa agar ramah pengguna.
  • Fedora yang disponsori oleh Red Hat, anak perusahaan IBM. Ini adalah distro yang berfokus pada pengintegrasian fitur baru. Distro inilah yang pertama kali saya gunakan saat mempelajari tentang Linux.
  • KDE Neon dikelola oleh pengembang lingkungan desktop KDE. Meskipun secara teknis bukan distro yang lengkap, namun tersedia sebagai image yang dapat diinstal. Fokusnya adalah menempatkan perangkat lunak KDE terbaru di atas sistem Ubuntu yang stabil.
  • Mint adalah distro lain berbasis Ubuntu dengan komunitas pengguna dan pengembang yang besar dan khususnya dukungan yang baik untuk multimedia.
  • Pop!_OS adalah distro yang diterbitkan oleh System 76, sebuah vendor laptop dan desktop GNU/Linux. Distro ini berusaha untuk memberikan estetika yang minimalis dan memungkinkan alur kerja yang bersih.
  • PureOS adalah OS berbasis Debian yang didistribusikan oleh produsen perangkat keras Purism.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem GNU/Linux

Setiap sistem buatan manusia tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Menggunakan sistem GNU/Linux tentu tidak akan sama rasanya saat menggunakan macOS atau Windows. Misalnya, menginstal program tidak selalu mudah meskipun Anda menggunakan toko aplikasi bawaan distro, yang mungkin tidak memiliki versi terbaru dari berbagai program. Untuk tugas-tugas seperti itu, Anda harus bersedia untuk setidaknya mempelajari dasar-dasar terminal atau antarmuka baris perintah yang harus diketik secara manual.

Printer, scanner dan periferal lain juga memunculkan tantangan tersendiri, karena pemasangan driver tidak semudah di Windows atau macOS. Bersiaplah untuk menyisakan waktu untuk mempelajari kembali bagaimana melakukan tugas-tugas dasar dengan cara baru dan untuk mencari solusi di berbagai forum yang tersebar di internet. Jika Anda mudah frustrasi dengan teknologi, sistem GNU/Linux sepertinya tidak cocok.

Pada akhirnya, apakah OS open-source adalah pilihan yang tepat untuk Anda tergantung pada bagaimana Anda menggunakan komputer Anda. Jika Anda pengguna komputer biasa mungkin Windows atau macOS lebih sesuai, tapi jika Anda seorang programmer, teknisi atau orang yang ingin bisa mengeksplorasi sistem lebih dalam, maka open source bisa menjadi pilihan. Jika Anda memiliki PC yang sudah berumur, distro GNU/Linux mungkin lebih cocok daripada Windows yang cenderung lebih berat.

Salah satu alasan utama Anda mungkin mempertimbangkan untuk menggunakan distro GNU/Linux adalah karena banyak yang secara teknis bebas. Atau Anda dapat membeli lisensi Windows 10, tetapi harus membayar setidaknya 1 juta lebih. Bahkan Anda tidak akan bisa mendapatkan macOS kecuali Anda membeli perangkat keras Apple.

Kelebihan lain GNU/Linux adalah kemampuan penyesuaian dan fleksibilitas sistem. Seperti yang disebutkan, banyak distro mendukung lingkungan desktop yang berbeda, yang masing-masing dapat menawarkan antarmuka baru sesuai kebutuhan. Kelebihan menarik lainnya adalah dukungan dan stabilitas jangka panjang. Banyak pengembang distro mempertahankan rilis selama bertahun-tahun dan tidak mengharuskan pengguna memperbarui jika tidak menginginkannya, terutama untuk membantu menjaga konsistensi dan meminimalisir kerusakan sistem akibat perubahan. Jika Anda pernah mengalaminya, beberapa saat lalu update dari Windows 7 ke Windows 8 tentu bisa menjadi contoh yang cukup kuat dari bahaya mengubah terlalu banyak hal.

Namun, untuk karyawan kantoran atau siswa dan pengguna rumahan dengan sedikit atau tanpa keahlian teknis yang tidak ingin ribet dengan komplikasi yang tidak terduga, tentu sistem komputer yang lebih mudah menjadi pilihan. Untuk pengguna ini, Windows dan macOS jauh lebih akrab dan pemecahan masalah sebagian besar error dapat dilakukan tanpa memerlukan mengetik di Command Prompt atau Terminal.

Pengertian GNU/Linux
Tampilan aplikasi desain grafis Krita di Linux

Masalah lain yang perlu dipertimbangan apakah aplikasi yang Anda gunakan setiap hari sudah tersedia di GNU/Linux. Microsoft Office tidak tersedia untuk Linux. Aplikasi Creative Cloud Adobe juga tidak mendukung. Tentu saja, kita dapat menggunakan alternatif seperti LibreOffice sebagai pengganti Microsoft Office, GIMP, Inkscape, dan Krita untuk desain grafis. Namun dalam pengalaman saya, aplikasi ini tidak akan sama seperti saat kita menggunakan aplikasi sejenis di Windows. Untungnya sebagian besar aplikasi umum seperti browser populer seperti Chrome, Firefox sudah tersedia. software multimedia seperti VLC Player juga sudah ada.


Belum ada Komentar untuk "Pengertian GNU/Linux"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel