Lubang Keamanan pada Google Glass

Lubang Keamanan pada Google Glass
Google Glass merupakan perangkat elektronik dengan berbagai fungsi yang dapat kita pakai dengan bentuk kaca mata. Perangkat ini telah beredar di pasaran beberapa waktu yang lalu, tapi ada beberapa negara yang melarang penggunaan perangkat ini. Hal ini bertujuan untuk menjaga privasi karena seperti yang kita ketahui, Google Glass mampu merekan gambar ataupun video sesuai dengan apa yang dilihat pemakainya. Itulah sebabnya sebagian orang tidak menyukai alat ini.



Di samping itu, beberapa peneliti telah menemukan bahaya keamanan pada Google Glass. Perangkat ini dilengkapi dengan kamera yang mampu mendeteksi secara otomatis Response Code, yaitu sejenis kode yang berisi perintah khusus, dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temukan berupa Barcode atau QR Code yang terpampang pada produk-produk atau tempat tertentu. Fungsi ini sama dengan fasilitas yang ada di smartphone saat ini dengan bantuan software untuk menterjemahkan QR Code. Contoh paling sederhana adalah kita menggunakan kamera smartphone untuk invite BBM menggunakan QR Code.

Pada Google Glass dilengkapi dengan fitur yang secara otomatis membaca dan menjalankan Response Code. Inilah lubang keamanan utama karena akan ada banyak hacker yang menciptakan QR Code dengan isi sesuai dengan keinginan mereka. Hacker dapat mengisikan perintah untuk mengirim gambar melalui bluetooth tanpa diketahui pemakai, memaksa perangkat untuk join pada jaringan wireless dan memperlihatkan segala sesuatu yang dilihat pemakai melalui wifi, termasuk PIN ATM. Bagaimana menurut Anda?
images: theverge, techradar
video: lookoutmobile

Belum ada Komentar untuk "Lubang Keamanan pada Google Glass"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel