Selasa, 17 April 2018

Beginilah Cara Facebook Mencuri Data Pribadi Penggunanya

Beginilah Cara Facebook Mencuri Data Pribadi Penggunanya
Ketika mendaftar di situs web terutama jejaring sosial, kita diminta memasukkan data kita. Begitu juga dengan Facebook. Jejaring sosial yang satu ini telah dilaporkan mengumpulkan data pribadi para penggunanya. Bahkan ketika pengguna tidak masuk / log in ke situs, Facebook tetap dapat melacaknya melalui internet. Bagaimana bisa?

Beberapa waktu lalu, CEO Facebook Mark Zuckerberg bersaksi di hadapan Kongres, dia ditanya tentang informasi yang dikumpulkan Facebook dari pengguna, bahkan jika mereka tidak masuk ke Facebook.

Ketika Anda mengunjungi situs atau aplikasi yang menggunakan layanan Facebook, sistem akan menerima informasi bahkan jika Anda keluar atau tidak memiliki akun Facebook. Hal ini karena aplikasi dan situs lain yang menggunakan tool Facebook tidak tahu siapa yang menggunakan Facebook atau tidak. Jadi semua pengguna dianggap sama, termasuk data yang diambil.
Baca juga: Mengatasi Spam Facebook Comment dan Tag

Praktik pengumpulan data Facebook telah mendapat sorotan menyusul kontroversi yang melibatkan Cambridge Analytica, konsultan digital yang terikat dengan kampanye presiden Trump yang memperoleh data tanpa ijin dari sekitar 87 juta pengguna Facebook. Data awalnya berasal dari peneliti Universitas Cambridge bernama Aleksandr Kogan, yang mengumpulkan informasi secara sah melalui aplikasi kuis kepribadian, tetapi kemudian melanggar ketentuan layanan Facebook dengan meneruskannya ke Cambridge Analytica.

Berikut adalah tool dan alat pengembang yang memungkinkan Facebook bisa melacak Anda, meskipun Anda tidak sedang masuk di situs Facebook:

Social plugins, seperti tombol "Bagikan" atau "Suka", yang dapat Anda temukan di situs web lain di luar facebook, seperti situs belanja online, artikel berita, dan lain sebagainya.

Facebook Login, yang memungkinkan kita login ke aplikasi luar menggunakan akun Facebook yang sudah Anda miliki sebelumnya, sehingga Anda tidak perlu membuat akun baru pada situs tersebut, tanpa mendaftarkan nama pengguna atau kata sandi baru. Ini adalah alat yang digunakan Kogan untuk aplikasi kuis kepribadiannya.

Facebook Analytics, yang dapat memberikan informasi kepada pemilik situs web tentang bagaimana dan kapan orang berinteraksi dengan situs mereka.

Facebook Ads, termasuk Facebook Pixel. Tool yang berhubungan dengan iklan, yang mampu mengukur seberapa efektif iklan, dengan memberikan informasi Facebook ketika Anda mengunjungi situs tertentu dan mengambil tindakan tertentu, seperti membeli sesuatu.

Di Indonesia sendiri telah dikonfirmasi ada sekitar 1 juta pengguna Facebook yang telah dicuri. Beberapa pihak mendesak agar pemerintah segera memblokir Facebook. Pemerintah masih menunggu hasil audit, setelah ada hasilnya baru akan ditentukan langkah selanjutnya (Kompas).

Silahkan memberikan komentar, saran atau pertanyaan mengenai teknologi informasi dan komunikasi. Komentar Anda akan melalui proses moderasi oleh Admin.
EmoticonEmoticon