Rabu, 24 Mei 2017

Apa itu Gorilla Glass pada Smartphone?

Apa itu Gorilla Glass pada Smartphone?
Perkembangan perangkat elektronik saat ini begitu gencar, terutama dari kelas gadget / smartphone. Beberapa dekade yang lalu, komputer pribadi tidak portabel dan telepon seluler merupakan barang mewah dan langka. Saat ini, smartphone bertebaran di mana-mana, dari harga yang sangat murah hingga yang melambung tinggi. Teknologi layar sentuh pada smartphone diiringi dengan hadirnya produk pelindung layar, salah satu yang terkenal adalah Gorilla Glass. Apa dan bagaimana cara kerja Gorilla Glass pada layar smartphone?

Kecepatan prosesor smartphone telah meningkat secara dramatis, dan juga resolusi layar lebih tajam dan lebih hidup dari sebelumnya. Prodeusen menghabiskan banyak waktu untuk mendapatkan kualitas dan estetika yang seimbang. Salah satu peningkatan yang bisa kita rasakan adalah layar yang semakin jernih dan kuat, tahan gores.
Baca juga: Jenis dan Cara Kerja Layar Sentuh

Perusahaan manufaktur bernama Corning telah mengembangkan produk yang mereka sebut Gorilla Glass. Perusahaan ini merancang kaca sebagai pelindung smartphone kita. Saat kita membawa laptop, tablet, smartphone, pemutar musik dan perangkat lainnya, kita berisiko merusaknya melalui penggunaan sehari-hari. Gorilla Glass dari Corning bertugas untuk meminimalisir goresan dan dampaknya. Selain itu teknologi memungkinkan kaca menjadi sangat tipis, yang berarti tidak akan mengganggu sensitivitas layar sentuh atau menambah berat yang signifikan ke perangkat. Saat tulisan ini dibuat, Corning telah merilis Gorilla Glass 5 yang diklalim memiliki kekuatan yang lebih besar daripada versi sebelumnya.

Apa itu Gorilla Glass pada Smartphone?
Gambar Gorilla Glass 5

Jadi bagaimana cara kerja Gorilla Glass melindungi layar? Apa yang membuat Gorilla Glass lebih tahan gores dari jenis kaca lainnya? Jawabannya melibatkan suhu yang luar biasa, proses panjang, mekanik dan bahan khusus. Produk akhir adalah potongan kaca tipis yang bisa menahan banyak beban.

Mungkin kita berpikir bahwa bahan yang digunakan berasal dari proses produksi, tapi kenyataannya adalah bahan yang bisa kita temukan di alam. Batuan dan mineral tertentu menjadi kaca setelah bersentuhan dengan suhu tinggi. Hal ini terjadi secara alami di sepanjang aliran lava dan tempat petir menghantam tanah.

Manusia telah menciptakan kaca selama ribuan tahun. Tungku mampu menghasilkan panas yang luar biasa hingga melelehkan jenis batuan menjadi apa yang kita sebut lelehan kaca. Pada tahap ini, Anda bisa membentuk kaca dengan berbagai cara, termasuk menggunakan tabung untuk mendorong udara masuk ke dalam massa, atau biasa disebut teknik glass blowing.

Kaca komersial umumnya berasal dari tiga sumber utama. Yang pertama adalah pasir, yang kita lihat secara kimiawi sebagai silikon dioksida. Itulah jenis bahan yang digunakan Corning dalam proses pembuatannya. Dua jenis bahan lainnya termasuk batu kapur dan natrium karbonat.

Corning mengambil silikon dioksida (SiO2) dan menggabungkannya dengan bahan kimia lain sebelum mencairkannya menjadi kaca yang meleleh. Kaca yang dihasilkan adalah aluminosilikat yang berarti kaca mengandung aluminium, silikon dan oksigen. Kaca juga mengandung ion natrium (Na), yang menjadi faktor penting pada tahap pembuatan selanjutnya.

Kaca cair ditual ke palung berbentuk V hingga terisi penuh dan mulai meluap di sisi palung. Lengan robot otomatis menarik lembaran kaca dari tepi palung. Setiap lembar memiliki ketebalan sekitar setengah milimeter.
Apa itu Gorilla Glass pada Smartphone?
Proses Pembuatan Gorilla Glass sebagai layar Smartphone

Pada tahap ini, jika kaca ini digunakan untuk layar pada perangkat smartphone akan menghasilkan pelindung yang sangat jernih, tapi tidak tahan terhadap goresan, biasa disebut kaca aluminosilikat. Untuk membuat Gorilla Glass tahan goresan maka perlu sentuhan akhir.

Rahasia sebenarnya di balik kekuatan Gorilla Glass melibatkan proses kimia yang disebut pertukaran ion. Ion adalah atom yang memperoleh atau kehilangan elektron sehingga membawa muatan bersih. Elektron adalah partikel sub-atom bermuatan negatif. Ion muatan bersih adalah negatif jika memiliki kelebihan elektron atau positif jika kehilangan elektron. Elemen dalam bentuk atomik memiliki muatan netral karena jumlah elektron sesuai dengan jumlah proton, yang bermuatan positif.

Jadi, apa hubungannya ion dengan kaca? Kaca aluminosilikat dari tahap pertama proses pembuatan mengandung ion natrium. Lembaran kaca ini dicelupkan ke dalam ion potassium. Jika Anda melihat tabel unsur periodik, Anda akan melihat bahwa natrium berada tepat di atas potassium. Susunan tabel periodik mengatur elemen dengan berat atom dan elemen secara berkelompok yang memiliki kualitas serupa bersama-sama. Baik natrium dan kalium termasuk dalam kelompok yang dikenal sebagai logam aktif, yaitu jenis logam yang bereaksi kuat dengan zat lainnya.

Sodium lebih tinggi pada tabel periodik daripada kalium, yang berarti atom natrium lebih kecil dari atom kalium. Jika Anda bisa mengeluarkan ion natrium dari kaca aluminosilikat dan menggantinya dengan ion potasium yang lebih besar, lembaran kaca akan mengalami kompresi.

Bayangkan saja kita memiliki jaring. Susunan garis pada jaring sangat fleksibel tapi kencang dan kuat. Di setiap lubang jaring ada bola yang terpasang tepat pada tempatnya. Sekarang bayangkan jika bola tersebut diganti dengan bola sepak yang lebih besar. Hal ini mirip dengan apa yang terjadi pada tingkat atom dengan pertukaran ion.

Jadi bagaimana cara kerja Gorilla Glass? Untuk mengganti natrium dengan potassium, pertama harus mematahkan ikatan ion sodium dengan kaca. Itulah sebabnya wadah garam kalium sangat panas yang mencapai suhu 400 derajat celcius. Pada suhu ini, energi (panas) memecah ikatan ionik natrium menjadi aluminosilikat. Tapi salah satu kualitas yang dimiliki logam aktif rendah adalah kemampuannya mempertahankan ikatan ionik pada suhu yang lebih tinggi daripada logam aktif yang lebih ringan. Kalium memiliki berat lebih dari natrium, 400 derajat celcius tidak cukup untuk menjaga ion kalium dan aluminosilikat.

Setelah proses pemanasan di wadah potassium, aluminosilikat terkompresi oleh ion potassium. Kompresi menciptakan lapisan pelindung pada kaca dan memberi kekuatan yang tidak dimiliki kaca normal. Meskipun sangat kuat, Gorilla Glass masih dapat didaur ulang.

Proses pertukaran ion bukanlah hal baru dan Corning Gorilla Glass bukan satu-satunya kaca yang diperkuat secara kimia di pasaran. Tapi Corning telah menunjukkan kekuatannya dengan banyaknya perangkat yang menggunakannya. Kaca biasa akan mudah pecah, kaca yang dikuatkan secara kimia akan lebih tahan tapi tetap bisa rusak dengan tekanan yang cukup. Gorilla Glass jauh lebih tahan terhadap kerusakan.

Perusahaan Corning bermitra dengan produsen perangkat dan menyediakan Gorilla Glass sebagai bagian dari proses pembuatan produk elektronik. Umumnya, kita sebagai konsumen tidak bisa dengan mudah membeli selembar Gorilla Glass sesuai dengan perangkat kita. Dalam hal ini, Corning bertindak sebagai adalah original equipment manufacturer (OEM). Produk akhir akan menggunakan Gorilla Glass namun terpasang dengan merek perusahaan lain, misal produk smartphone.

Corning tidak diizinkan untuk mengungkapkan semua produk yang menggunakan Gorilla Glass-nya. Namun di antara produk yang telah diumumkan perusahaan tersebut adalah jajaran Sony BRAVIA dari perangkat televisi, perangkat tablet Samsung Galaxy Tab dan Dell Streak. Produsen smartphone memanfaatkan Gorilla Glass untuk membantu produk mereka bertahan dari keausan perangkat dan goresan, produsen televisi mempertimbangkannya untuk membuat produk mereka lebih awet.
Baca juga: Kode Rahasia Android Samsung

Karena proses penggabungan fusi menciptakan lembaran kaca tipis yang tidak menghambat aplikasi seperti layar sentuh kapasitansi, kita mungkin akan melihat lebih banyak smartphone dan tablet yang menggunakan Gorilla Glass dalam konstruksinya. Proses manufaktur kaca tahan gores dan ledakan popularitas perangkat portabel mungkin menjadi momentum yang tepat untuk mendorong pasar smartphone.

Silahkan memberikan komentar, saran atau pertanyaan mengenai teknologi informasi dan komunikasi. Komentar Anda akan melalui proses moderasi oleh Admin.
EmoticonEmoticon