Minggu, 14 Agustus 2016

Cara Mengakali Absen Sidik Jari

Cara Mengakali Absen Sidik Jari
Fingerprint adalah alat yang biasa digunakan untuk memastikan kehadiran menggunakan sidik jari. Perangkat ini banyak digunakan sebagai absensi di sekolah, perusahaan dan instansi untuk memastikan orang yang bersangkutan hadir. Seiring perkembangan teknologi, absen manual mulai ditinggalkan dan digantikan dengan absen sidik jari. Hal ini mungkin sedikit merepotkan bagi sebagian orang, tapi ada saja cara untuk mengakali absen sidik jari ini.

Ada beberapa cara untuk mengakali absen sidik jari seperti menggunakan tiruan sidik jari, gambar sidik jari transparan, atau menggunakan jari orang lain atas nama kita.
Cara Mengakali Absen Sidik Jari
Berbagai jenis scanner fingerprint

Menggunakan jari orang lain atas nama kita mungkin yang paling mudah karena kita tidak perlu membuat alat apapun. Sebelum absensi sidik jari dapat dijalankan, semua karyawan harus melakukan perekaman sidik jari dengan cara menyimpan sidik jarinya ke dalam alat fingerprint. Umumnya kita diminta menggunakan 2 jari yang salah satunya sebagai cadangan, atau kita bisa menggunakan seluruh jari tergantung ketentuan.

Dari sini terdapat celah untuk mengakali alat ini. Saat perekaman sidik jari baru, ajaklah rekan kerja Anda atau orang yang lebih rajin absen. Saat perekaman jari pertama gunakan jari Anda sendiri, kemudian untuk perekaman jari kedua gunakan jari teman Anda, begitu juga sebaliknya. Jadi kita bisa saling titip absen jika berhalangan hadir. Cara ini juga bisa digunakan untuk lebih dari 2 orang asalkan tiap orang harus ingat jari mana yang digunakan untuk orang tertentu.

Cara ini lebih efektif dilakukan untuk perusahaan yang baru saja memulai absensi sidik jari, atau ada karyawan baru yang jarinya belum terdaftar. Namun, cara ini memiliki kelemahan, salah satunya adalah tergantung administrator yang melakukan perekaman apakah mengijinkannya atau tidak.
Baca juga: Aplikasi Browser untuk Membuka Situs yang Diblokir

Jika cara di atas tidak memungkinkan untuk dilakukan karena masalah administrator, ada beberapa cara mengakali absensi sidik jari tingkat lanjut yang dapat Anda coba.

Cara Mengakali Absen Sidik Jari
Cara Mengakali Absen Sidik Jari dengan Gel

Gel silikon adalah bahan yang bisa digunakan untuk membuat salinan sidik jari. Buatlah cetakan sidik jari Anda menggunakan dempul dengan cara menekan jari Anda ke dalam gumpalan dempul. Taruh dempul ke dalam lemari pendingin hingga mengeras. Setelah itu, masukkan gel silikon cair ke dalam cetakan jari dempul yang telah mengeras secara merata, pastikan semua bagian terisi. Setelah itu masukkan cetakan ke dalam lemari pendingin lagi untuk mengeraskan gel. Teknik ini mungkin sedikit bervariasi tergantung dari bahan yang digunakan. Ada juga gel yang perlu dipanaskan terlebih dahulu untuk membuat adonan yang pas. Proses ini akan menghasilkan salinan sidik jari kita dengan tingkat kekenyalan yang mirip dengan jari sebenarnya.

Cara Mengakali Absen Sidik Jari
Gambar sidik jari

Cara lain mengakali fingerprint adalah dengan membuat salinan gambar atau fotokopi sidik jari. Fingerprint sangat bervariasi dari bentuk dan ukuran, dengan tingkat keakuratan yang sangat beragam, mulai dari sensor pencocokan pola sederhana untuk hingga sensor kapasitif yang lebih canggih yang dirancang untuk mengenali anorganik. Penggunaan salinan gambar sidik jari dapat digunakan untuk untuk fingerprint yang hanya mengandalkan pencocokan pola yang lebih mudah untuk diakali. Anda cukup membuat salinan jari menggunakan scanner standar, foto atau cara lain. Kemudian balik (mirror) gambar dan tingatkan kontras gambar tersebut, umumnya dengan kombinasi warna hitam-putih. Cetak dengan ukuran sebenarnya.

Cara Mengakali Absen Sidik Jari
Retina scanner

Untuk mesin absensi terbaru akan semakin sulit diakali. Sebagai contoh mesin fingerprint yang menggunakan otentikasi sidik jari sekaligus wajah. Jadi dalam mesin tersebut terdapat kamera yang akan merekam wajah saat melakukan check-clock. Jika tidak sesuai maka akan ditolak. Atau yang lebih canggih adalah menggunakan retina mata, tapi di Indonesia masih belum banyak digunakan.

Semakin ketat peraturan, semakin besar keinginan orang untuk menemukan celah untuk mengakalinya. Itulah naluri kita sebagai manusia untuk terus belajar. Sebuah peraturan dibuat untuk ditaati, tapi kita cenderung mencari cara untuk mengelabuinya. Sebagai karyawan yang baik tentunya kita tidak perlu mengakali absensi kehadiran.

Silahkan memberikan komentar, saran atau pertanyaan mengenai teknologi informasi dan komunikasi. Komentar Anda akan melalui proses moderasi oleh Admin.
EmoticonEmoticon