Rabu, 20 April 2016

Perbedaan SSD dan HDD

Perbedaan SSD dan HDD
Kelebihan dan Kekurangan SSD dan HDD - Kebanyakan orang yang membeli laptop saat ini dihadapkan pada pilihan media penyimpanan antara Solid State Drive (SSD) atau Hard Disk Drive (HDD). Jadi mana dari kedua adalah pilihan yang lebih baik, SSD atau HDD? Keduanya merupakan storage dari komputer atau laptop, tapi ada perbedaan mendasar antara SSD dan HDD.

Setiap pembeli memiliki kebutuhan yang berbeda dan Anda harus mengevaluasi keputusan berdasarkan kebutuhan dan tentu saja anggaran. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, berikut perbedaan antara SSD dan HDD:

HDD atau Hard Disk Drive adalah penyimpanan nonvolatile dasar pada komputer. Artinya, data tidak akan hilang meskipun laptop dimatikan, berbeda seperti data pada sistem memori atau RAM. HDD pada dasarnya adalah piring-piring logam dengan lapisan magnetik. Lapisan inilah yang menyimpan berbagai macam file dan data Anda. Head mengakses data ketika piring-piring tersebut berputar dalam hard drive.
Perbedaan SSD dan HDD
HDD

Perbedaan SSD dan HDD
Bagian dalam HDD

Jika dilihat sekilas, HDD akan terlihat sama dari luar seperti SSD. Sebagian besar HDD menggunakan antarmuka SATA. Ukuran yang paling umum hard drive laptop adalah 2,5" dan 3,5" di komputer desktop. Ukuran yang lebih besar memungkinkan lebih banyak piring dan kapasitas penyimpanan lebih besar. Beberapa jenis HDD desktop dapat menyimpan hingga 6TB data.

Baca juga: Pengertian Macam-Macam Istilah Ilmu Komputer


SSD memiliki fungsi yang sama dengan HDD, tapi bukannya menggunakan lapisan magnetik di atas piring-piring, data disimpan pada chip memori flash yang saling berhubungan yang tetap menyimpan data meskipun ketika laptop dimatikan. Chip ini dapat terpasang secara permanen pada motherboard seperti pada laptop kecil dan ultrabooks, pada kartu PCI/PCIe pada beberapa jenis workstation, atau dalam kotak dengan ukuran, bentuk dan port yang sama dengan HDD. Jenis dan kecepatan chip memori flash ini berbeda dari memori flash dalam USB drive atau flashdisk. Memori flash dalam SSD lebih cepat dan lebih handal dibandingkan memori flash dalam USB flashdisk. SSD lebih mahal daripada USB flashdisk dengan kapasitas yang sama.
Perbedaan SSD dan HDD
SSD

Perbedaan SSD dan HDD
Bagian dalam SSD

Sebuah SSD umum menggunakan memori flash berbasis NAND yang merupakan jenis memori non-volatile. Selama awal SSD dirilis, terdapat rumor yang mengatakan data yang tersimpan akan luntur dan hilang setelah beberapa tahun. Tapi, rumor ini tampaknya terbantahkan dengan teknologi saat ini, karena Anda dapat membaca dan menulis ke SSD sepanjang hari dan integritas penyimpanan data akan dipertahankan selama lebih dari 200 tahun. Dengan kata lain, masa pakai SSD jauh lebih lama dari umur Anda.

Kelebihan dan Kekurangan HDD dan SSD
Antara SSD dan HDD memiliki fungsi yang sama yaitu booting sistem, menyimpan aplikasi dan file pribadi Anda. Tetapi masing-masing jenis penyimpanan memiliki fitur yang unik. Pertanyaannya adalah, apa bedanya dan mengapa kita perlu pertimbangan sebelum membelinya?


  • Harga
Dari segi harga SSD lebih mahal daripada HDD. Untuk kapasitas dan bentuk yang sama harga SSD bisa 2 kali lipat harga HDD. Karena HDD lebih tua dan teknologi yang sudah terbukti, harganya akan tetap lebih murah dalam waktu dekat.

  • Kapasitas
Sebuah unit SSD bisa menyimpan data hingga 4TB, tetapi masih sangat langka dan mahal. Anda akan lebih banyak menemukan SSD ukuran 32GB, 128GB, 500GB hingga 1TB standar sistem. Seiring waktu, file yang kita simpan cenderung meningkat. Pengguna multimedia dan desain grafis profesional akan membutuhkan lebih banyak lagi kapasitas. Dari sini mungkin HDD sedikit unggul.

  • Kecepatan
Faktor kecepatan adalah di mana SSD unggul. Sebuah PC atau laptop dengan SSD mampu booting sistem dalam hitungan detik. Sebuah HDD membutuhkan waktu lebih lama untuk bootign disamping spesifikasi operasi, dan akan terus menjadi semakin lebih lambat dari SSD selama penggunaan normal. Sebuah laptop dengan SSD bisa berjalan lebih cepat, membuka aplikasi lebih cepat, dan memiliki kinerja secara keseluruhan lebih cepat. Untuk berbagai keperluan, kecepatan mungkin menjadi perbedaan yang signifikan.

  • Fragmentasi
Karena menggunakan piringan yang berputar, permukaan HDD bekerja lebih baik jika file yang lebih besar berada dalam blok berdekatan. Dengan cara ini head drive dapat memulai dan mengakhiri proses baca dalam satu gerakan yang berlanjut. Ketika HDD mulai diisi berbagai macam file, file berukuran besar dapat tersebar di blok piringan yang jauh, yang dikenal sebagai fragmentasi. Sebaliknya, SSD tidak mempedulikan di mana data disimpan pada chip-nya, karena tidak ada head yang bergerak secara fisik. Dengan demikian, SSD secara inheren lebih cepat.

  • Daya Tahan
Karena SSD tidak memiliki bagian mekanik yang bergerak, sehingga lebih mungkin untuk menyimpan data lebih aman meskipun terguncang atau terjatuh saat beroperasi. Kebanyakan HDD akan menempatkan head di posisi yang aman saat sistem dimatikan, tetapi bergerak di atas piringan ketika beroperasi. Dengan demikian HDD jauh lebih beresiko rusak ketika terguncang keras atau jatuh saat digunakan.

  • Dimensi dan Ukuran
Karena HDD mengandalkan piringan berputar, ada batas seberapa kecil dapat diproduksi. Ada sebuah inisiatif untuk membuat HDD berputar lebih kecil yaitu 1,8 inci, tapi terhenti di sekitar 320GB, karena produsen tablet dan smartphone lebih memilih memori flash untuk penyimpanan utama. SSD tidak memiliki keterbatasan ukuran, sehingga dapat semakin kecil seiring waktu. SSD tersedia dalam ukuran laptop 2,5" secara umum. Seiring laptop menjadi lebih ramping dan tablet mulai mengambil alih platform primer, penggunaan SSD akan meningkat tajam.

  • Suara
Bahkan HDD berkualitas tinggi akan tetap memancarkan sedikit suara ketika sedang digunakan dari piringan yang berputar atau lengan yang bergerak membaca data, terutama jika dalam sistem dengan banyak program yang berjalan. HDD dengan kecepatan tinggi juga akan membuat lebih banyak suara dibandingkan yang lebih lambat. Sedangkan SSD hampir tidak menimbulkan suara sama sekali, karena tidak ada bagian mekanik yang bergerak.

Jika diperhatikan, HDD lebih unggul dari segi harga, kapasitas, dan juga ketersediaan. SSD bekerja lebih unggul dari segi kecepatan, ketahanan, dimensi dan bentuk, polusi suara yang dihasilkan, dan fragmentasi.

Seiring perkembangan teknologi saat ini, beberapa produsen meluncurkan laptop yang di dalamnya terdapat SSD dan HDD. SSD digunakan khusus sebagai sistem dengan tujuan agar kinerja perangkat semakin cepat, sedangkan HDD digunakan karena kelebihannya dari sisi kapasitas. Selain itu ada teknologi yang dinamakan hybrid drive (juga dikenal dengan nama SSHD) yang merupakan media penyimpanan logikal atau fisik yang menggabungkan teknlogi NAND flash dalam SSD dengan hard disk drive HDD.

Meskipun benar bahwa SSD bisa aus dari waktu ke waktu (setiap sel di dalam memori flash memiliki jumlah maksimal berapa kali dapat ditulis dan dihapus), tapi dengan adanya teknologi TRIM yang ada dalam SSD yang secara dinamis mengoptimalkan siklus baca/tulis ini, memungkinkan daya tahan SSD lebih lama. Mungkin ada pengecualian pada pengguna tertentu seperti misalnya video editor yang membaca dan menulis data secara terus-menerus yang juga membutuhkan kapasitas yang lebih besar. HDD pada akhirnya juga akan aus dengan penggunaan konstan karena menggunakan metode baca/tulis fisik.

Silahkan memberikan komentar, saran atau pertanyaan mengenai teknologi informasi dan komunikasi. Komentar Anda akan melalui proses moderasi oleh Admin.
EmoticonEmoticon