Selasa, 08 Februari 2011

Windows Safe Mode

Apa itu safe mode ?
Safe mode adalah sebuah pilihan troubleshooting untuk Windows yang akan menjalankan komputer pada kondisi yang terbatas. Hanya file-file dasar dan driver-driver yang penting untuk menjalankan Windows yang akan di-load. Kalimat “Safe Mode” akan muncul di setiap pojok dari desktop yang menandakan bahwa anda sedang menjalankan Windows dalam kondisi safe mode.
Jika ada masalah yang tidak muncul lagi ketika anda masuk ke safe mode, anda dapat memperbaiki setting default dan driver device dasar yang menyebabkan masalah. Jika anda tidak mengetahui penyebab masalah tersebut, anda bisa menggunakan proses eliminasi untuk membantu anda menemukan masalah tersebut. Jalankan semua program yang sering anda gunakan, termasuk program yang ada di dalam folder Startup, satu persatu untuk melihat jika ada program yang menyebabkan masalah.
Ada juga komputer yang masuk safe mode secara otomatis tanpa ada pemberitahuan, mungkin ada masalah yang menyebabkan Windows berjalan normal. Jika penyebabnya adalah program aplikasi yang terinstall, coba gunakan Recovery di Control Panel.

Cara masuk ke safe mode

Safe mode akan menjalankan Windows dengan file-file dan driver-driver yang terbatas. Program Startup tidak akan dijalankan, dan hanya driver dasar yang diperlukan Windows yang di-load.
Berikut ini langkah-langkah untuk masuk ke save mode :
1.   Keluarkan semua floppy disk, CD, dan DVD dari komputer, kemudian restart komputer.
2.   Kemudian lakukan langkah-langkah berikut :
o    Jika komputer anda memiliki satu sistem operasi, tekan dan tahan tombol F8 ketika komputer restart. Tekanlah tombol F8 sebelum logo Windows muncul. jika anda melewati logo Windows, anda harus menunggu hingga komputer masuk Windows, dan me-restart lagi. Kemudian tekan F8 lagi.
o    Jika komputer anda memiliki lebih dari satu sistem operasi, gunakan tombol panah untuk memilih sistem operasi mana yang ingin masuk dalam safe mode, kemudian tekan F8.
3.   Pada tampilan Advanced Boot Options, gunakan tombol panah untuk memilih pilihan safe mode yang anda inginkan, kemudian tekan Enter.
4.   Log on ke komputer dengan user account yang memiliki hak administrator.
Anda akan melihat kalimat “Safe Mode” di setiap pojok desktop. Untuk keluar dari safe mode, restart komputer dan biarkan masuk Windows secara normal.

Driver yang di-load saat masuk safe mode

Berikut ini adalah daftar dari device dan driver yang akan di-load oleh Windows saat masuk ke safe mode.

  • Floppy disk drives (internal dan USB)
  • Internal CD-ROM drives (ATA, SCSI)
  • External CD-ROM drives (USB)
  • Internal DVD-ROM drives (ATA, SCSI)
  • External DVD-ROM drives (USB)
  • Internal hard disk drives (ATA, SATA, SCSI)
  • External hard disk drives (USB)
  • Keyboards (USB, PS/2, serial)
  • Mice (USB, PS/2, serial)
  • VGA display cards (PCI, AGP)


Windows Services yang dijalankan saat safe mode :


·         Windows event log
·         Plug and Play
·         Remote procedure call (WPC)
·         Cryptographic Services
·         Windows Defender
·         Windows Management Instrumentation (WMI)

:

Device dan driver network yang dijalankan saat safe mode :
 
·         Network adapters (wired Ethernet dan wireless 802.11x)
·         Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)
·         DNS
·         Network connections
·         TCP/IP-NetBIOS Helper
·         Windows Firewall

Tool Diagnostik yang bisa dijalankan saat safe mode

Gunakan safe mode untuk troubleshooting masalah pada komputer. Anda dapat menggunakan tool-tool berikut ini :
·     Recovery.
Gunakan Recovery untuk me-restore kondisi system komputer ke posisi sebelumnya, atau me-restore isi hard disk dari backup yang sudah ada. Anda juga bisa menginstall ulang Windows dari recovery image yang terinstall di dalam hard disk.
·     Control Panel.
Anda dapat menggunakan Control Panel untuk mengakses bermacam-macam tool untuk mengganti setting pada Windows.
·     Device Manager.‌
Jika diminta memasukkan password administrator untuk konfirmasi, ketik password untuk mengkonfirmasi.
Anda bisa menggunakan Device Manager untuk update driver device dan megnatur hardware pada komputer. Anda harus log on sebagai administrator jika ingin menggunakan program ini. Jika anda tidak log on sebagai administrator, anda hanya bisa mengganti setting yang berhubungan dengan user account anda saja.
·     Event Viewer.
Event Viewer digunakan untuk menampilkan detail catatan tentang sistem dan program events pada komputer anda. Anda harus log on sebagai administrator untuk menggunakan program ini. Jika tidak, anda hanya bisa menggannti setting yang tampil pada user account anda.
·     System Information.
System Information akan menampilkan detail tentang konfigurasi hardware komputer, komponen, dan driver.
·     Command Prompt.
Pengguna advance bisa menggunakan Command Prompt untuk memasukkan baris perintah. Sebelumnya anda harus log on sebagai administrator jika ingin menggunakan tool ini.
·     Registry Editor.‌
Registry Editor digunakan untuk megnubah file-file registry pada Windows. Anda harus logon sebagai administrator untuk menggunakan tool ini.

Silahkan memberikan komentar, saran atau pertanyaan mengenai teknologi informasi dan komunikasi. Komentar Anda akan melalui proses moderasi oleh Admin.
EmoticonEmoticon