Selasa, 26 Oktober 2010

PLC, Programmable Elements

Fuse – merupakan perangkat dua-terminal yang berupa elemen berlawanan rendah dan dibuat sedemikian rupa sehingga menghasilkan impedansi terbuka atau tinggi. Bahan yang biasa dipakai adalah nichrome dan polysilicon, yang merupakan elemen inheren radiasi-keras.


Antifuse - merupakan perangkat dua-terminal yang biasanya berupa elemen resistif tinggi dan diprogram untuk sebuah impedansi rendah. Antifuse diprogram pada ukuran antara 25-500 ohm, tergantung pada bahan spesifik antifuse, teknologi dan pemrograman. Elemen ini biasanya bersifat inherently radiation-tolerant; versi tertentu dapat dijadikan hard-radiation. Jenis kegagalan elemen-elemen ini selama iradiasi adalah pecah dari ion berat. Untuk aplikasi memori, sebuah sel diprogram dan yang lain dibiarkan, yaitu dengan satu elemen diprogram (tertutup) dan yang lain tidak diprogram (terbuka). Contoh struktur ini adalah jenis UTMC PROM.

Switch - Perangkat ini terdiri dari elemen memori (baik volatile atau non-volatile) yang mengontrol switch. Alat ini umumnya memiliki impedansi tertinggi dari tiga kelas programmable elemen. Elemen volatile memori berbasis SRAM yang digunakan saat ini dianggap soft-radiation (radiasi lemah). EPROM, EEPROM, atau Sonos (Northrop-Grumman) unsur-unsur non-volatile harus memiliki radiasi besar untuk berlawanan. Sel EEPROM telah terbukti rentan terhadap kerusakan (pecah) selama siklus write (menulis) (saat tegangan tinggi) oleh ion berat.

Volatile - Unsur-unsur memori kehilangan isinya ketika tidak ada tegangan dan akan terhapus dari perangkat. Perangkat SRAM merupakan perangkat  volatile dan memerlukan perangkat lain untuk menyimpan program konfigurasi mereka.



Non-volatile - Unsur-unsur memori yang menyimpan isinya meskipun tidak ada tegangan sehingga isinya tidak akan terhapus dari perangkat. Elemen ini dapat diprogram satu kali atau "reprogrammable". Contoh perangkat non-volatile pada masa lalu misalnya sekering dan antifuses. Sedangkan yang terbaru adalah EPROM, dan elemen penyimpanan EEPROM. Perangkat Programmable dapat menjadi non-volatile dan reprogrammable.

One Time Programmable - Perangkat ini dapat diprogram hanya sekali, kemudian isinya tidak dapat diubah. Biasanya perangkat ini berbasis sekring atau antifuse, jenis perangkat ini juga lebih murah daripada perangkat EPROM. Dalam hal ini, biasanya digunakan untuk perangkat produksi, dan lain-lain.

Reprogrammable - Perangkat ini dapat memiliki konfigurasi yang diubah lebih dari sekali. Perangkat berbasis SRAM dapat diprogram ulang tanpa batas.
Banyak bentuk lain dari jenis reprogrammable memiliki batas pada jumlah write cycle (penulisan). The FRAM (RAM feroelektrik) adalah elemen memori non-volatile yang tergantung pada batas jumlah siklus baca (read); mekanisme pembacaan dari elemet dua terminal bersifat merusak dan membutuhkan write cycle untuk mengembalikan isinya.

2 comments

mengetahui hardware,software,dan brainware yang ada di dalam programmble elements.sangat bermanfaat infonya
terima kasih

Terima kasih atas komentar Anda, semoga bermanfaat.

Silahkan memberikan komentar, saran atau pertanyaan mengenai teknologi informasi dan komunikasi. Komentar Anda akan melalui proses moderasi oleh Admin.
EmoticonEmoticon